Pages

Subscribe:

Labels

Senin, 09 Juli 2012

Geliat Bisnis si Kecil Merah Putih (Just Info)



Apin dibantu 5 karyawannya memasuk-masukkan red crystal dari belasan akuarium dan kolam pembesaran ke dalam plastik. Setiap kantong besar diisi 200 -250 anggota keluarga Neocaradina itu. Setelah dimasukkan  plastik, kantong-kantong itu ditata dalam box styrofoam berukuran 1, 2 m x 0, 6 m x 0, 4 m. Setelah siap, ribuan red crystal siap terbang ke Jepang.
Red crystal memang disukai konsumen mancanegara. Ia dipakai untuk melengkapi aquascaping. Tak heran bila volume ekspor tinggi. Contoh CV Maju Aquarium di Cibinong, Bogor, setiap bulan mengirim sebanyak 20.000 – 30.000 udang air tawar itu ke Jepang, Singapura, dan Thailand. Eksportir lain memasok beberapa negara di Eropa seperti Jerman dan Swiss, Finlandia, serta Skandinavia. Di luar negeri penggunaan udang hias sangat besar lantaran aquascaping tengah tren, kata Jeffrey Christian, pengelola perusahaan.
Jepang terbesar menurut Jeffrey,  putra pertama Jap Khiat Bun itu, Jepang menduduki peringkat pertama pemakai red crystal. Sebanyak 75%dari total ekspor terbang ke sana.


Permintaan udang hias jenis lain seperti red cherry juga besar. Nun di Cekoslowakia dan Denmark, konsumen minta 700 – 1.000 ekor/bulan. Sesama eksportir di tanah air rata-rata membutuhkan 5.000 -10.000 ekor/bulan. Permintaan red cherry lebih besar dibanding saudaranya lantaran harga lebih murah, kata Hendra. Harga red cherry berkisar Rp3.000 – Rp5.000/ekor.
Tren di luar negeri tak ada yang menyangkal bila permintaan udang hias dari luar negeri seperti Jepang, Singapura, Jerman, Denmark, dan Perancis kini membumbung. Perusahaan sekaliber Qian Hu Fish Farm di Singapura saja minta dipasok 13.000 – 15.000 ekor/bulan, kata Hendra. Itu lantaran tren aquascaping mewabah di rumah, kantor, perusahaan, dan restoran-restoran. Maklum, udang hias dapat menambah kesan mewah dalam akuarium.

Ucapan Hendra bukan omong kosong belaka. Pantauan Trubus saat Aquarama 2005 di Singapura, hampir setiap stan dari berbagai negara memamerkan aquascaping lengkap dengan beragam udang hias. Biasanya 1 akuarium perlu 100-200 red crystal. Semakin besar akuarium semakin banyak kebutuhan, kata Taufiq Widjaja Jamihardja, aquascaper di Bogor.
Tren pemanfaatan udang hias di mancanegara merembes ke hobiis di tanah air. Meski permintaan tak sekencang pasar ekspor, tetapi ceruk pasar lokal sangat terbuka. Tentu saja ini membawa berkah bagi peternak. Sebut saja Ambrossius Engsan, peternak udang hias di Bandung kini kewalahan melayani permintaan red crystal sebanyak 1.500 -2.000 ekor/bulan. Dengan menjual Rp5.000-Rp7.000/ekor, Engsan -begitu akrab disapa ?memiliki penghasilan Rp10-juta/bulan. Pendapatan itu naik 2 -3 kali lipat dibanding setahun silam.
Pun Teksin, peternak asal Kota Kembang. Ia mengaku kelimpungan memenuhi pesanan dari hobiis Bandung dan Jakarta. Pria humoris itu hanya bisa menyediakan 2.000 ekor/bulan. Padahal, Permintaan bisa mencapai 4.000-6.000 ekor/bulan. Hanya barangnya kagak ada, katanya. Dengan harga jual Rp9.000/ekor keuntungan Rp18-juta masuk kantong Teksin setiap bulan. Apin pun demikian. Meski permintaan eksportir yang masuk berlimpah, ia tetap melayani pasar lokal. Kelahiran 30 September 1965 itu menjual red crystal ukuran 1 -1,2 cm dengan harga Rp10.000 – Rp12.000/ekor. Dengan penjualan rata-rata mencapai 6.000 – 7.000 ekor/bulan, pendapatan bertambah sekitar Rp60-juta/bulan.
Kendala permintaan pasar ekspor dan lokal memang meroket. Namun, kendala ketersediaan pasokan menjadi tembok utama meraup untung besar. Itu lantaran  red crystal gampang-gampang susah diternakkan. Meski modal yang dicemplungkan untuk memelihara 100 ekor di akuarium 1 m x 0, 45 m x 0, 45 m hanya Rp1-juta -Rp1, 5juta, tetapi bila tidak telaten merawat, kerugian yang didapat.
Contoh Yantenny Linardi. Sebanyak 50 red crystal yang diternakkan di Kopo, Bandung, mati mengenaskan. Setelah ditelisik penyebabnya suhu air yang mencapai 28 -30 oC dan pH sedikit basa.
Keberhasilan beternak udang hias kuncinya memang suhu dan kondisi air. Red crystal butuh suhu dingin, sekitar 20 -24 oC untuk tumbuh dan bertelur. Selain itu, ia menginginkan derajat keasaman air 6,5 -7. ?Kalau terlalu rendah atau tinggi, udang mati keracunan, kata Apin. Kesadahan air lunak, sebaiknya 0 -1 ppm. Artinya, air harus bebas dari kandungan logam berat dan racun lain.
Bila semua kondisi itu terpenuhi, pasokan red crystal dan udang hias lain seperti red cherry di pasar ekspor dan lokal bakal terjamin. Artinya, udang hias selalu siap menghiasi akuarium hobies di luar negeri dan tanah air. (Rahmansyah Dermawan)