Pages

Subscribe:

Labels

Jumat, 18 Januari 2013

Reddish stem plants

Seringkali kita menemukan tanaman batang berdaun merah, dari yang mudah hingga yang sulit ditumbuhkan, bahkan sulit untuk hidup. Kenapa?, Karena mereka membutuhkan proses yang lebih panjang dan intense dalam berfotosintesis untuk mengeluarkan warna optimal, ditambah lagi kebutuhan tersendiri yang lebih dari tanaman batang berdaun hijau biasa.
 Namun, seringkali beberapa jenis tanaman menyesuaikan pertumbuhannya dengan lingkungan sekitar, seperti yang sering kita jumpai, sebuah jenis stem plant yang memiliki daun berwarna merah (yang selanjutnya akan kita sebut Reddish Stem Plant), akan berubah menjadi hijau apabila lingkungan kehidupannya tidak mendukung, misalnya Rotala rotundifolia akan menjadi hijau apabila kebutuhan Lighting (pencahayaan), Fertilizers (pupuk), CO2 (Karbondioksida), serta faktor lainnya yang tidak maksimal.

Banyak berbagai macam cara dalam membuat stem plant berdaun merah, seperti memenuhi kebutuhan lighting yang mirip atau serupa dengan spectrum matahari. Umumnya Reddish Stem Plant membutuhkan spectrum warna yang lengkap dari lighting. Namun, akan lebih efisien apabila menggunakan spectrum biru dan merah maroon. Inilah alasan mengapa ada pendapat yang mengatakan bahwa lampu yang memiliki Kelvin lebih tinggi dapat membantu meningkatkan warna merah pada Reddish Stem Plant. Tentu saja dalam hal ini, saya tidak membicarakan mengenai produk lampu khusus aquarium, atau pun reef tubes, tapi lebih kepada lampu secara umumnya.




Selain lighting, fertilizers dan CO2 merupakan faktor penting dalam pertumbuhannya. Ada beberapa jenis yang membutuh pH asam untuk menghasilkan pertumbuhan yang maksimal, seperti misalnya Rotala Macandra yang membutuhkan pH asam serta intense lighting, dan tentu saja, additional fertilizer.

Di luar kedua hal tersebut, fertilizer lah yang memiliki peran cukup penting, seperti menambahkan "Pupuk Tancap" atau pun memberikan pupuk cair mikro melebihi dosis biasanya. Pupuk tancap yang saya maksud disini adalah pupuk tancap yang mengandung Fe untuk mempercepat penyerapan Fe melalui akar. Sehingga, warna merah yang akan dikeluarkan lebih optimal dan maksimal, tentu saja dengan dukungan kedua faktor di atas. Sebaliknya, apabila mereka kekurangan unsur makro, pertumbuhan pun menjadi tidak maksimal. Untuk mempermudah, akan saya berikan contoh kasus yang sering terjadi.



Pogostemon helferii (downoi) merupakan tanaman eksotis yang sangat disukai di pasar Indonesia. Apabila unsur makro yang diberikan tidak mencukupi, dapat kita lihat dari struktur serta bentuk downoi tersebut, seperti batang menjadi kurus, daun menjadi lemah dan mudah putus, gelombang pada daun cenderung menghilang.

Namun sebaliknya, apabila semua kebutuhan beserta unsur makro dan mikro terpenuhi, tentu saja akan terlihat gemuk dan sehat, mulai dari struktur daun, batang, hingga gelombang yang terdapat pada daun.
Untuk mencapai hasil yang optimal dibutuhkan perhatian yang lebih agar lebih maksimal, seperti penambahan pupuk tancap di area yang telah ditanami downoi.

Di luar dua kondisi di atas, kita dapat menciptakan sebuah kondisi dimana lighting yang intense, fertilizer yang mencukupi (baik itu NPK, atau pun unsur mikro, Fe.) untuk membuat downoi menjadi gemuk, sehat, memiliki struktur daun yang sehat, serta berwarna kemerahan, seperti yang saya ambil dari tropica.com. Dapat kita lihat pada foto di bawah ini,

warna pink kemerahan telah tercapai dengan menggunakan metode penggabungan antara intense lighting dan slow-release nutrient (pupuk tancap), tentunya didukung oleh rendahnya nilai kandungan N dalam air. 
Seperti yang pernah saya implementasikan pada akuarium berukuran 60x30x36cm dengan menggunakan lampu T5HO 24w x 4 (18 jam), substrat ADA AMAZONIA II, CO2: 3bps, serta pemberian liquid fertilizer dalam jumlah kecil, downoi akan cenderung mengeluarkan warna pink. Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa downoi memerlukan nutrisi lebih banyak dari substrat untuk dikonsumsi oleh akar dibandingkan nutrisi pada air. Dengan demikian downoi akan mengeluarkan warna pink kemerahan pada peak-nya, karena kekurangan nutrisi dari air.
Setelah uji coba di atas, saya mencoba untuk mengembalikan dosis pupuk cair ke dosis normal, dan daun pada downoi kembali menghijau. Apabila dilihat kembali, N (Nitrogen) yang biasa kita dapatkan dari KNO3 (potassium nitrat) memiliki peran penting dalam warna daun.

0 komentar:

Posting Komentar